Wednesday, July 5, 2017

Dapat DBH Pajak Retribusi Daerah

PROKAL.COTANA PASER - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Paser Katsul Wijaya mengatakan, untuk kali pertama pemkab memberikan dana bagi hasil (DBH) dari pajak dan retribusi daerah kepada 139 desa. Hal tersebut dilakukan setelah disahkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim tentang hal tersebut.
“Ini merupakan tahun pertama Pemkab Paser memberikan DBH kepada pemerintah desa. Ini akan kami lakukan setiap tahun,” ucapnya kemarin (4/7).
DBH itu memang tak banyak, namun tentunya akan berguna bagi pemerintah desa. Berbeda dengan ADD dan dana desa. DBH disalurkan dengan jumlah kecil dan dilanjutkan dengan jumlah yang lebih besar.
“ADD dan dana desa disalurkan dalam dua tahap yakni 60 persen dan 40 persen. Kalau DBH pajak dan retribusi, penyaluran 40 persen dulu dan tahap kedua 60 persen. Itu karena pada awal tahun, pajak dan retribusi yang diperoleh pemkab belum maksimal,” jelasnya.
Sejauh ini baru tujuh desa yang telah menerima DBH. Sementara lainnya belum melengkapi persyaratan. Dia menjelaskan, persyaratan tidak berbeda dengan ADD dan dana desa. Yaitu menyerahkan laporan RPJMDes, RKPDes, RAPDes, dan LKPJ tahun sebelumnya.
“Memang setiap desa memperoleh jumlah yang bervariasi. Ada yang belasan juta, ada juga yang di bawah itu. Namun, DBH bisa saja meningkat sesuai PAD, yakni minimal 10 persen dari yang diperoleh. Hal ini tentunya akan memicu semangat desa untuk berlomba-lomba meningkatkan PAD,” jelasnya.  (*/ns/ica/k16)

Kapolres Ajak Pedagang Berdiskusi

Harga Bawang Merah Mulai Turun

PROKAL.COTANA PASER – Kapolres PaserAKBP Dudy Iskandar merespons kenaikan harga bawang merah, yang terjadi setelah Lebaran. Dia pun memantau ke Pasar Induk Penyembolum, Senaken, didampingi Waka Polres Paser Kompol Bambang Herkamto, sejumlah perwira, serta kepala UPTD Pasar Senaken, kemarin (4/6).
Dari pantauannya, bawang merah yang sebelumnya seharga Rp 50 ribu per kilogram, kini menjadi Rp 45 ribu. Sebab, pasokan yang sempat mengalami keterlambatan, sedikit demi sedikit normal.
“Beberapa lapak pedagang bawang yang kami pantau sudah menurunkan harga. Pasokan juga berdatangan. Diperkirakan, harga bawang akan stabil,” ucap Dudy.
Dari diskusi dengan pedagang, tak ditemukan indikasi penimbunan yang mengakibatkan naiknya harga. Kenaikan yang terjadi usai Lebaran disebabkan keterlambatan kiriman, baik melalui jalur darat maupun laut.
“Ini disebabkan padatnya jalur transportasi yang belum kembali normal,” jelasnya.
Dia juga meminta kepada Polsek Tanah Grogot untuk mengawasi lokasi kedatangan sembako. Ketika tiba dan diturunkan ke pedagang, diminta untuk menanyakan harga.
Yusuf, seorang pedagang menjelaskan, permintaan bawang merah meningkat karena banyak pemilik warung yang kembali beraktivitas. Tapi, karena pasokan yang lambat, membuat harga naik.
“Saya menjual Rp 45 per kilogram. Sementara saya beli dengan harga Rp 40 ribu. Saya tidak pernah mengambil untung banyak. Cuma Rp 5 ribu per kilogram,” jelasnya. (*/ns/ica/k16)

Intelmob Amankan Oknum Satpam

Kedapatan Membawa 47,83 Gram Sabu

PROKAL.COTANA PASER  -  Jajaran Opsnal Intelmob Subden 3 Detasemen A Pelopor Paser berhasil mengamankan sedikitnya 39 poket narkoba jenis sabu-sabu dengan berat bruto 47,83 gram dari tangan oknum anggota satuan pengamanan (satpam) salah satu perusahaan kebun yang beroperasi di Kecamatan Paser Belengkong, Selasa (4/7) dini hari, sekira pukul 01.15 Wita.
Dari tangan pelaku berinisial MM (31) tersebut, selain mengamankan sabu-sabu, pasukan elite Polri itu juga mengamankan satu unit timbangan digital, satu buah dompet, satu timbangan digital, uang tunai sebesar Rp 550 ribu, kartu identitas pelaku, buku tabungan, tiga kartu ATM, dua kartu Jamsostek, dan satu unit handphone.
 “Pelaku dibekuk Opsnal Resmob di salah satu kompleks perumahan karyawan yang ada di lingkungan perusahaan pada Selasa sekira pukul 01.15 Wita,” kata Kepala Subden 3 Detasemen A Pelopor Paser, Iptu Agus Susanto didampingi Wakasubden Ipda Junaidi di Mako Brimob Subden 3 Pelopor di bilangan Jalan Pelopor, Desa Tapis, Tanah Grogot, Selasa (4/7).
Disebutkan Agus Susanto, pengungkapan ini berkat informasi dari masyarakat sekitar yang resah dengan adanya peredaran narkoba jenis sabu-sabu di sekitar kawasan perusahaan. Berbekal informasi ini, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan mengecek informasi yang diterima. Dan, benar saja saat dilakukan penggerebekan, ditemukan poket sabu-sabu siap edar dalam jumlah lumayan banyak.
 “Untuk memastikan kalau pelaku adalah bandar sabu-sabu, salah seorang anggota menyamar sebagai pembeli. Setelah memastikan kalau pelaku menyimpan sabu-sabu siap edar, kemudian langsung dilakukan penggerebekan,” ujar Agus.
Sementara itu, Wakasubden Junaidi menambahkan, saat ini pelaku sudah diamankan dan akan diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Paser untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (ian/cal/k1)

Tuesday, July 4, 2017

KPMKP Sillaturahmi Bersama Bupati

TANA PASER – Momentum lebaran idul fitri 1438 H memiliki kesan tersendiri bagi Keluarga Pelajar Mahasiswa Kabupaten Paser (KPMKP) Cabang Makassar dan Samarinda. Pasalnya dalam suasana bulan syawal tersebut berkesempatan para pengurus organisasi mahasiswa daerah tersebut dapat bersilaturahmi dan halal bi halal bersama Bupati Paser, di Rumah Jabatan Pendopo Bupati, Selasa (4/7).
Ketua KPMKP Cabang Makassar Izal Ardi Alabshari menyampaikan ucapan terima kasihnya disela-sela aktifitas kesibukannya bisa menyempatkan bersiaturahmi bersama kami sejumlah pengurus KPMKP Makassar dan Samarinda. Selain momentum halal bi halal, ia juga menyampaikan kepada bapak bupati terkait kondisi KPMKP cabang Makassar yang saat ini masih tetap eksis dalam melaksanakan kegiatan sosial.
“Kami KPMKP di Makassar masih tetap aktif berkegiatan, namun kami menyayangkan keberadaan KPMKP Pusat yang sudah beberapa tahun vakum. Jadi kami minta dukungan bapak bupati karena kami merencanakan akan melaksanakan Munas luar biasa,” ujar Izal Ardi.
Ia juga mengharapkan kepada pemerintah daerah dapat memberikan perhatian kepada asrama-asrama mahasiswa khususnya terkait pemeliharaan maupun biaya operasional asrama.
“Karena di Makassar pembayaran PDAM terus membengkak, begitu juga dengan pemeliharaan serta perabotan asrama,” unngkapnya.
Kepala Bagian Umum Sabir mengatakan memang anggaran operasional asrama tahun sebelumnya sempat dihilangkan karena keuangan daerah mengalami defisit.
“Insya Allah pada anggaran perubahan tahun ini akan kita masukkan kembali,” jelas Sabir.
Dalam Kesempatan itu Bupati Paser pun merasa senang dapat bersilaturahmi bersama para mahasiswa. Ia pun mendukung adanya regenerasi dalam organisasi KPMKP pusat. Selain itu terkait anggaran opersional asrama mohon mahasiswa bersabar.
“Jadi bersabar dulu, karena harus dimaklumi kondisi keuangan kabupaten paser yang sedang defisit, semoga kedepan segera membaik. Sehingga tidak ada lagi keluhan mahasiswa paser yang studi di luar daerah,”ungkap Yusriansyah. (man)

Potensi Beras Organik di Desa Sungai Tuak

PROKAL.COTANA PASER – Dinas Sosial Kabupaten Paser mencanangkan Desa Sungai Tuak sebagai Desa Sejahtera Mandiri (DSM). Program tersebut disampaikan Dinas Sosial (Dissos) kepada kepala Desa Sungai Tuak di kediaman kepala desa saat menyambut kedatangan Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) yang akan kuliah kerja nyata (KKN) tematik, di Desa Sungai Tuak, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Senin (3/7).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paser Amiruddin Ahmad yang melalui Sekretaris H Abdul Rasyid didampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Ningsih mengatakan, kegiatan ini dibantu mahasiswa KKN dan bekerja sama dengan Kementerian Sosial, Dissos Kaltim dan Dissos Kabupaten Paser.
Mahasiswa diharap membantu merealisasikan program DSM ini. Caranya, mendata seluruh masyarakat di Desa Sungai Tuak dalam kelengkapan identitasnya. Termasuk mendata potensi alam yang dapat dikembangkan di desa tersebut, sehingga menjadi DSM.
“Kelengkapan dari kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), dan akte kelahiran. Sebab, ketiga itu sebagai sarat untuk pengajuan bantuan agar dapat terealisasikan DSM ini,” ungkapnya.
Kata Ningsih, Desa Sungai Tuak tercatat 98 persen masyarakatnya telah memiliki identitas, KTP, KK, dan akte kelahiran. Karena itu, 2016 lalu desa tersebut mendapat bantuan 30 rumah layak huni. “Dari jumlah masyarakat yang ada, tinggal 2 persen saja masyarakat yang belum lengkap identitasnya,” tuturnya.
Sementara itu, tim DSM Unmul Subirman mengatakan, juga termasuk program Unmul bekerja sama dengan Kementerian Sosial. Sebab itu, mahasiswa KKN disebar ke desa yang memiliki karakteristik daerah layak mendapatkan bantuan fasilitas untuk masuk DSM.
Dia mengungkapkan, hasil survei timnya, potensi Desa Sungai Tuak pada produk unggulan beras organik.
Kepala Desa Sungai Tuak, Muhammad Ashar, sangat senang dengan pencanangan DSM di desa yang saat ini ia pimpin. Dia juga menyambut hangat kedatangan peserta KKN yang membantu merealisasikan DSM di desa tersebut. (*/ns/mfy/her/k8)

Bupati Terima Mahasiswa KKN Unmul

TANA PASER- Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi terima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) angkatan 43 Universitas Mulawarman (Unmul) yang akan mengabdi selama dua bulan di Kabupaten Paser. Sebanyak 139 Mahasiswa tersebut akanditempatkan di enam kecamatan di 11 desa yang ada di Kabupaten Paser.
Acara yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Selasa (04/07tersebut, turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Paser AS Fathur Rahman, sejumlah kepala instansi Pemerintah Daerah, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jarkawi, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Unmul Agus Sulistiyo Budi, para Camat, Serta Kepala Desa.
Bupati dalam kesempatan itu menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKN mahasiswa Unmul di Kabupaten Paser.
“Kita dukung penuh pengabdian mahasiswa KKN. Namun kegiatan KKN ini hendaknya tidak sebatas untuk memenuhi unsur akademis semata. Jadi, harus benar-benar ada manfaat ganda baik bagi kampus, masyarakat, dan pemerintah,” kataYusriansyah.
Lanjut ia mengatakan program KKN sangat membantu dalam sosialisasi percepatan pembangunan daerah. Jadi harapannya semua elemen masyarakat maupun pemerintah kiranya dapat memberian bimbingan.
Sementara Ketua LP2M Unmul Agus Sulistyo Budi yang membacakan sambutan rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemkab Paser atas sambutannya serta yang telah bersedia menerima dengan baik untuk melaksanaan KKN di Kabupaten Paser.
“Ini merupakan Kuliah Kerja Nyata angkatan 43 dengan jumlah peserta sebanyak 139 untuk penempatan di Kabupaten Paser. Kegiatan KKN P2M reguler dan tematik kompetensi ini akan akan berakhir pada bulan agustus. Jadi kami mohon bimbingan kepada mahasiswa kita yang akan menjalankan KKN,” ujar Agus Sulistyo.
Ia menambahkan bahwa dari hasil koordinasi peserta KKN akan ditempatkan di enam kecamatan yaitu Long Ikis, Batu Sopang, Batu Engau, Pasir Belengkong, Tanah Grogot dan Kuaro(man)

Ayo Dukung “Ronggeng Paser” di Ajang API 2017


Caranya, ketik API (spasi) 7E kirim ke 99386.
TANA PASER - Seni budaya tradisional Bumi Daya Taka Paser masuk nominasi Festival Pariwisata Terpopuler Anugrah Pesona Indonesia (API) 2017. Nominasi AFI 2017 untuk kategori seni budaya yakni Ronggeng Paser.
Dengan masuknya Ronggeng Paser di ajang API bersama 6 nominasi lainya untuk wilayah Kaltim, Dinas Pemuda  Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Paser mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Paser ikut berperan aktif dengan mengirim SMS.
“Mari berikan dukungan untuk Ronggeng Paser dengan cara ketik API (spasi) 7E kirim ke 99386,” sebut Kadis Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Paser Ishak.
Sementara, Bupati Paser H Yusr
inasyah Syarkawi menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Paser guna mendukung Ronggeng Paser dalam nominasi terbaik Anugrah Pesona Indonesia 2017.
"Ayoo...! Kita dukung Ronggeng Paser untuk bisa menang di Anugrah Pesona Indonesia 2017 ini, dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Paser sangat menentukan nama baik seni budaya tradisional Paser diajang nasional,” himbau Yusriansyah.
Selain itu lanjut Bupati, juga berharap peranan media di daerah untuk ikut mempromosikan masuknya Ronggeng Paser diajang API 2017 ini, agar seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Paser, dimanapun berada yakni di perantauan dapat memberikan dukungannya.
“Masyarakat Kabupaten Paser di manapun, jangan sampai lupa vote destinasi seni budaya Paser yakni Ronggeng Paser yang menjadi salah satu nominasi anugerah pesona Indonesia 2017 Provinsi Kaltim,” kata Bupati.
Untuk diketahui, Anugerah Pesona Indonesia (API) merupakan rangkaian kegiatan tahunan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang diselenggarakan dalam upaya membangkitkan apresiasi masyarakat terhadap Pariwisata Indonesia.
Di samping itu penyelenggaraan API juga bertujuan untuk mendorong peran serta berbagai pihak terutama Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah/kota untuk lebih berupaya dalam mempromosikan pariwisata di daerahnya masing-masing.
Ajakan peran serta khalayak ramai masyarakat Kabupaten Paser di manapun berada untuk bersama memberikan vote melalui SMS Ronggeng Paser,  juga bisa dilakukan via website: http://anugerahpesonaindonesia.com/ dengan tujuan mendukung sekaligus mempromosikan destinasi yang masuk ke dalam daftar nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017, dan pemungutan suara dimulai 01 Juni sampai 31 Oktober 2017. (har-)

Cukup 7 Penumpang untuk Berangkat

Pengelola Terminal Perbaiki Sistem Antrean L300

PROKAL.COTANA PASER – Sejak awal Januari 2017, penumpang yang menggunakan layanan jasa angkutan khususnya L300 rute Tanah Grogot-Penajam Paser Utara (PPU) tak lagi harus mengantre lama. Pengelola mengubah sistem keberangkatan agar penumpang dan pemilik jasa angkutan sama-sama tidak dirugikan.
Pengawas UPTD Terminal Tepian Batang Wilayah II Dinas Perhubungan Kaltim Suryanta menuturkan, meski tak mudah mengatur angkutan, ini wajib dilakukan agar pelayanan jasa di terminal dapat dipercaya. Tanpa harus memilih angkutan lari atau menunggu di luar terminal.
“Kalau dulu harus penuh dulu minimal 12 baru berangkat, sekarang cukup 7 penumpang sudah bisa berangkat. Dengan catatan semua penumpang tujuan Penajam. Jika itu kurang, apabila sopir ada kesepakatan lain dengan penumpang maka bisa saja berangkat. Misal nilai yang dibayarkan mencukupi hitungan operasional,” terangnya, kemarin (3/7).
Saat ini, armada L300 yang berangkat menuju Penajam diakuinya tidak ada jadwal keberangkatan. Fleksibel menyesuaikan jumlah penumpang. Berbeda dengan bus, yang jadwal keberangkatannya sudah ditentukan. Dimulai pukul 08.00 hingga paling terakhir 14.30 rute Grogot-Penajam. Hal itu untuk membagi porsi penumpang L300 dan bus, agar tidak berbenturan berebut.
“Tarifnya pun keduanya masih normal, belum ada kenaikan. Untuk L300 sampai Penajam Rp 60.000, dan bus Rp 50.000,” sebutnya.
Sementara itu, jumlah penumpang mudik dan arus balik selama Lebaran kali ini sampai hari libur terakhir lalu, dari data penumpang bus dan L300 yang datang dan keluar terminal rata-rata mencapai di atas 300 penumpang per hari selama H+1 Lebaran. Puncaknya pada hari minggu lalu mencapai 600 lebih penumpang. (*/jib/her/k8)

Biarpet Akibat Hewan Liar

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Tidak stabilnya aliran daya yang berbuntut pada terjadinya pemadaman aliran listrik oleh PLN Ranting Tanah Grogot, membuat sebagian besar konsumennya mengeluh. Ini lantaran biarpet atau pemadaman tiba-tiba sering terjadi dalam beberapa minggu terakhir ini.
Ternyata setelah dicari tahu penyebabnya, itu akibat hewan liar seperti monyet atau pohon yang tumbang karena cuaca ekstrem yang mengenai jaringan listrik. Hal ini pun menjadi kendala yang kerap dihadapi PLN Ranting Tanah Grogot dalam mendistribusikan listrik kepada konsumennya. Seperti yang disampaikan Manajer PLN Ranting Tanah Grogot, Rahmanto kepada Paser Pos, Rabu (3/7).
“Ada monyet naik ke tiang listrik dan akhirnya terpanggang di jaringan distribusi, sehingga mengakibatkan trip atau gangguan arus. Jadi, padamnya listrik yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir bukan karena faktor kesengajaan, tapi karena ada kendala yang di luar dugaan pihaknya,” jelas Rahmanto.
Menurutnya, gangguan hewan liar seperti monyet, sebelumnya kerap terjadi. Misalnya, trafo dekat Masjid Rantau Panjang yang terjadi beberapa waktu lalu. Selain itu, pohon yang rentan roboh dan ranting pohon yang sudah rapuh, juga menjadi tantangan pihaknya untuk segera diatasi.
Untuk menjamin lancarnya distribusi aliran listrik kepada konsumen, pihaknya melakukan patroli dan perintisan jaringan secara berkala di sejumlah titik yang rawan gangguan seperti kawasan Jone dan Padang Pangrapat.
Selain itu, Rahmanto juga meminta dukungan dari warga untuk membersihkan ranting atau pohon yang ada di sekitar jaringan PLN. Ini karena potensi gangguan distribusi saat cuaca ekstrem adalah pohon dan ranting yang rawan tumbang. (ian/cal/k1)

Monday, July 3, 2017

Sekda Ajak Pegawai Evaluasi Kinerja


TANA PASER – Sekretaris Daerah Fathurrahman memanfaatkan momen apel pagi pertama seteiah cuti idul fitri untuk memberikan semangat baru kepada pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah sekaligus mengingatkan untuk segera melakukan evaluasi terkait kinerja yang sudah dilaksanakan selama enam bulan.
Arahan Sekda ini ditujukan kepada pejabat teknis eselon IV atau Kepala Subbagian yang berjumlah 36 orang, dan masing-masing diminta untuk segera melakukan evaluasi terhadap kinerja, apakah sudah sesuai target atau belum.
“Target sudah ditetapkan di awal tahun dalam bentuk SKP, dan setelah enam bulan berlalu, seharusnya target itu sudah bisa diihat sejauh mana perkembangannya. Kalau belum sesuai maka saya harap kepala Subbagian lebih giat dan tekun di paruh kedua tahun 2017 ini,” papar Sekda.
Menurut Fahtur, semangat pegawai setelah Ramadhan adalah ibarat baterei yang baru saja dicharge, dan masih dalam kondisi full. Dengan demikian kata mantan Kepala Bappeda Paser ini, para pegawai bisa menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi, kemudian meneruskan ke instansi teknis untuk ditindak lanjuti.
Apel pagi yang dirangkai silaturahmi ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati. Apel dilanjutkan dengan silaturahmi antara Bupati, Wakil Bupati dan para peserta apel. (ak)

Sekda Kunjungi 15 Instansi dan 2 UPT

TANA PASER – Hari pertama masuk kerja setelah cuti bersama dimanfaatkan Sekretaris Daerah bersilaturahmi dengan 15 instansi pemerintah Kabupaten Paser yang hampir semuanya berada di komplek perkantoran Km 5. Sekda didampingi Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Untung, Kepala Bidang Mutasi Samsurijal dan Humas memulai kunjungan di UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah.
Sekda Fathurrahman mengapresiasi Labkesda, dengan pemimpin yang baru masuk kerja sudah bisa langsung melakukan pelayanan sebagaimana biasa. Selanjutnya rombongan Sekda berjalan kaki mengunjungi satu per satu instansi di komplek perkantoran. Mulai dari Dinas PU dan Tata Ruang dengan UPTD Komplek Gedung Perkantoran Km 5, Dinas Keseatan dan Dinas Perindagkop di gedung A.
Sekda memberikan pesan khusus untuk Kepala UPTD Komplek Gedung Perkantoran Siti Auniyah, agar memperbanyak tanaman bunga di gedung-gedung kantor. “Ini merupakan permintaan dari Kepala Dinas Kesehatan dr Dewa Sudarsana yang diteruskan ke pengelola komplek perkantoran,” kata Sekda yang langsung diiyakan Auniyah.
Selanjutnya di gedung B, Sekda mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, Dinas Perumahan dan Dinas Sosial. Di Disdikbud, Sekda berpesan kepada pejabat yang baru dilantik pada hari terakhir sebelum cuti bersama idul fitri agar bisa fokus untuk peningkatan pelayanan dasar di bidang pendidikan.
Di gedung C, rombongan mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Bappeda.
Kunjungan di gedung D diawali di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang dipenuhi warga. Sekda menilai membludaknya warga di hari pertama masuk kerja adalah wajar setelah libur lebih sepekan lamanya. Masih di gedung yang sama, Sekda mengunjungi Dinas Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan, lalu Dinas Kominfo, Statistik dan Persandian. Masing-masing kunjungan diterima oleh kepala instansi.
Instansi terakhir di komplek perkantoran yang dikunjungi adalar RSUD Panglima Sebaya, di mana Sekda menyaksikan pasien yang berjubel memenuhi setiap ruang yang ada di sekitar pendaftaran. Kepada Mahmud Adam, Kepala TU RSUD, Sekda meminta agar RSUD bekerjasama dengan Dinas Kominfo untuk menerapkan sistem pelayanan yang memudahkan pasien.
Kunjungan dengan judul inspeksi mendadak atau sidak ini berakhir di Dinas Perhubungan. Pemandangan berbeda di instansi ini, di mana sebagian besar pegawainya sedang bertugas di lapangan sehingga kantor terlihat agak sepi. Sebelum rombongan meninggalkan kantor, Kepala Dinas Perhubungan Fadriansyah datang bersama Sekretaris Zaenuddin. (ak)
 
Foto: Sekda melakukan Sidak, silakan pilih sendiri fotonya 




Harga Bawang Merah Naik

PROKAL.COTANA PASER – Ramadan danHari Raya Idulfitri telah berlalu. Namun kenaikan harga sembako tetap saja terjadi dan harus dirasakan masyarakat Kabupaten Paser. Salah satunya bawang merah. Harga naik karena stok barang yang menipis.
Basri, seorang pedagang menyebut, harga bawang merah kini di kisaran Rp 45–50 ribu per kilogram. Sedangkan bawang putih yang sempat mengalami kenaikan harga pada Ramadan, kini telah normal yaitu Rp 30 ribu.
“Kami hanya mengambil untung sedikit,” jelas Basri yang ditemui di lapaknya di Pasar Induk Penyembolum, Senaken, kemarin (2/7).
Sementara, pedagang secara partai bernama Garda menyebut stok bawang merah kosong. Namun dia memprediksi, dua hari lagi akan datang dan kondisi harga bakal normal.
“Bawang putih stoknya banyak, bawang merah masih belum. Kami biasanya menjual dengan harga Rp 20–25 ribu. Namun, di tingkat pengecer dijual Rp 50 ribu, karena masih langka,” bebernya.
Sementara Penyidik PNS (PPNS) Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UKM Paser Marwan Natsir mengungkapkan, kenaikan harga disebabkan pasokan barang yang belum stabil. Adanya kepadatan transportasi laut menyebabkan distribusi bawang merah mengalami keterlambatan.
“Kenaikan harga karena faktor pengiriman yang terlambat. Mengingat arus balik masih berlangsung dan menyebabkan antrean di pelabuhan,” ungkap Marwan.
Kenaikan harga juga karena permintaan barang yang meningkat. Libur Lebaran yang telah berakhir menyebabkan warung-warung telah memulai aktivitas. Meski demikian, dia menyebut akan memantau sehingga harga tidak mengalami kenaikan di luar batas normal.
“Stok barang yang kurang dan permintaan yang banyak juga menjadi faktor kenaikan harga. Insyaallah satu minggu lagi, harga sudah stabil,” jelasnya. (*/ns/ica/k9)

Jangan Lupa Sejarah

Warga Berharap Pelestarian Peninggalan

PROKAL.COTANA PASER   -  Kondisi salah satu situs bangunan bersejarah di Kabupaten Paser yang terbengkalai dan tidak terurus menjadi sorotan salah seorang warga Kecamatan Batu Sopang, Arbain M Noor, yang beberapa waktu lalu berkunjung ke kawasan wisata sejarah di Kecamatan Paser Belengkong itu.
“Perlu diingat dan menjadi renungan kita semua selaku warga Kabupaten Paser, cikal bakal daerah ini adalah Kerajaan Sadurengas dan Kesultanan Paser. Jangan lupa dengan sejarah, harusnya situs-situs sejarah yang ada di Kabupaten Paser bisa dilestarikan oleh Pemkab Paser dan pihak terkait,” ujar Arbain saat berbincang dengan Paser Pos, Minggu (2/6).
Disebutkannya, sebenarnya masih banyak situs-situs sejarah di Kabupaten Paser yang melegenda dan belum tersentuh sama sekali. Salah satunya, rumah kuno yang disebut Soraja milik Raja Muda Paser (H Aji Nyesse bin Aji Nata Kesuma Panembahan Soelaiman) yang kondisinya sangat memprihatinkan.
“Dilihat dari bentuk dan arsitektur bangunannya, bangunan ini termasuk megah di zamannya dan mulai kini dimakan usia. Dan diakui atau tidak, bangunan rumah kuno Seroja adalah bukti sejarah yang tidak terbantahkan,” beber Arbain yang juga ketua DPW Lembaga Adat Paser.
Arbain merasa prihatin dan berharap ada pihak yang benar-benar dapat membantu untuk memugar peninggalan yang bernilai sejarah itu. Namun tidak hanya bangunan Seroja, situs-situs sejarah yang lain seperti makam raja-raja Paser, keraton, dan kompleks batu Indra Giri, juga harus mendapat perhatian dan pemeliharaan secara berkala.
“Jika situs-situs sejarah ini terawat dengan baik, selain akan menjadi kawasan objek wisata sejarah yang representatif di Kaltim, juga akan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah serta memberi angin segar bagi para perajin kerajinan tangan khas Paser,” tutup Arbain. (ian/cal/k1)

Nikmati Es Kelapa Bersama Buras

PROKAL.COTANA PASER – Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Paser, tak lengkap rasanya jika belum mencoba tempat kuliner yang terletak di Kecamatan Paser Belengkong. Jaraknua sekitar 4 kilometer dari ibu kota Tana Paser. Di sana ada Kedai Es Kelapa Belengkong.
Warung yang buka sejak 12 tahun itu, disebutkan pemiliknya Arbainah (44), kebanjiran pengunjung selama libur Lebaran. Biasanya dia menjual rata-rata 50 butir per hari atau 100–150 butir kelapa di hari libur. Khusus libur Lebaran, hampir 200 butir kelapa yang dijual per hari.
 Alhamdulillah, makin ramai. Kalau saya hanya jual es kelapa. Sedangkan makanan lainnya, itu milik orang lain yang menitip. Syukurnya yang lain juga ramai dagangannya,” kata Arbainah, kemarin (2/7).
Khasnya, minuman tersebut berpasangan dengan makanan buras. Disebutkannya, penjualan buras selama libur Lebaran ini bisa mencapai 300 ikat per hari.  (*/jib/ica/k9)

115 Warga Binaan Dapat Remisi

PROKAL.COTANA PASER – Pada momen Idulfitri tahun ini, 115 warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Tanah Grogot, Kabupaten Paser, memperoleh remisi. Kepala Rutan Klas II B Tanah Grogot Husni Thamrin menuturkan, dari 425 warga binaan, ada 114 orang yang mendapat remisi khusus (RK) I dan satu orang memperoleh RK II.
Besar potongan masa tahanan yang diterima berbeda-beda. Yang terendah 15 hari hingga tertinggi yakni satu bulan. “Awalnya diusulkan 214 orang. Namun yang mendapat remisi hanya 115 orang. Mereka adalah yang masa hukumannya di bawah lima tahun, seperti kasus pencurian, dan kasus umum lainnya. Sementara yang di atas lima tahun, seperti narkoba dan tindak pidana korupsi (tipikor),” terang Husni, kemarin (2/7).
Dilanjutkan, tahanan narkoba ada beberapa yang mendapat remisi, dengan pertimbangan telah mendapat rekomendasi dari kepolisian membantu mengungkap kasus. Warga binaan yang mendapat remisi semuanya umat muslim. Sedangkan agama lain, akan mendapat jatah pada hari raya masing-masing.
“Misalnya saat Natal, umat nasrani yang berhak mendapat remisi,” tambahnya.
Dari jumlah 425 penghuni rutan, 405 orang beragama Islam. Selama Lebaran, yakni pada 25–27 Juni, diberikan ada layanan spesial yang diberikan. Waktu kunjungan dibuka sejak pukul 09.00–16.00 Wita. Bahkan, pengunjung tak perlu antre. Di luar dan dalam rutan disiapkan tenda, dan hiburan electone(*/jib/ica/k9)

Saturday, July 1, 2017

Ramai Pengunjung, namun Kurang Inovasi

Museum Sadurengas Belengkong Masih Favorit

PROKAL.COTANA PASER  –  Libur Lebaran dipilih masyarakat Paser dengan berbagai opsi. Ada yang keluar kota dan ada yang hanya berwisata di kawasan Paser. Objek wisata yang selalu ramai dikunjungi adalah Museum Sadurengas yang terletak di Kecamatan Pasir Belengkong.
Warisan budaya itu menjadi magnet tersendiri bagi wisatawan lokal maupun luar untuk berkunjung. Kendati tidak ada inovasi dan perombakan, pengunjung tetap memadati cagar budaya milik Pemkab Paser tersebut.
Salah seorang penjaga museum bernama M Arifin menuturkan, sampai Kamis (29/6) sudah 32.000 karcis terjual. Kunjungan paling ramai terjadi pada hari kedua Lebaran yang mencapai 2.000 orang.
“Tahun ini memang sedikit menurun. Wajar saja karena tidak ada perombakan atau inovasi yang disajikan. Hanya ada tari-tarian dan elektone. Seharusnya dari pemerintah daerah membantu mempromosikan dan memperbaiki tampilan wajah museum, maklum sudah lama tidak tersentuh perbaikan,” terangnya.
Dia mengharapkan lebih banyak varian benda pusaka yang ada di museum itu. Karena masih banyak warisan budaya Paser yang belum dieksplor, lantaran terkendala dukungan kebijakan maupun anggaran.
Ahmadi, penjaga museum lainnya, mengeluhkan tidak adanya perhatian kesejahteraan kepada petugas yang berjaga selama ini. Dia menginginkan ada pendapatan tambahan yang bisa dibagi dari hasil penjualan karcis. Hal tersebut demi memicu semangat meningkatkan kinerja di tengah sepinya kunjungan ketimbang tahun sebelumnya.  “Uang makan harian saja tidak ada, apalagi THR Lebaran,” keluhnya.
Sementara petugas lainnya yang tidak ingin disebutkan namanya, lebih memilih berjualan suvenir khas Paser demi mendapatkan tambahan penghasilan. Setidaknya hingga kemarin, dia mampu meraih omzet jutaan rupiah. “Lumayan pembelinya cukup banyak. Di sini masih saya saja yang berjualan, pengusaha lain atau siapa saja bisa berjualan suvenir atau oleh-oleh lainnya,” sebutnya.   (*/jib/ica/k9)

Penumpang Turun 50 Persen

PROKAL.COTANA PASER –  Hal tak menggembirakan dialami para sopir angkutan umum di Terminal Tugu Mandau kilometer 7, Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser. Pada arus mudik dan balik Idulfitri tahun ini, jumlah penumpang yang menggunakan jasa mereka kian seret.
Ipul, seorang sopir angkutan umum menyebut, arus mudik dan balik tahun lalu justru lebih ramai. Saat ditemui kemarin (30/6) dia menyebut, sebelumnya minimal ada 20 unit yang menunggu giliran. Sementara saat ini, hanya 14 kendaraan.
“Terasa sekali penurunannya. Tahun lalu kami masih dicari-cari penumpang. Sekarang kami yang mencari penumpang,” ungkap Ipul.
“Pagi ini (kemarin), baru satu angkutan yang berangkat menuju PPU. Mungkin dua hari lagi, jumlah penumpang akan meningkat,” jelanya.
Suryanta, selaku koordinator di terminal itu membenarkan adanya penurunan pengguna jasa. Dia menyebut hal itu terjadi karena beberapa faktor. Salah satunya, makin banyaknya kendaraan pribadi termasuk motor, sehingga angkutan umum tersisihkan.
“Juga ada trayek angkutan bodong, karena statusnya belum jelas. Lalu banyak perusahaan yang menyediakan angkutan khusus untuk mudik. Padahal sebelumnya menggunakan angkutan umum,” bebernya.
Pada arus mudik dan balik tahun lalu, jumlah penumpang mencapai 8.810 orang. Sedangkan pengguna jasa tahun ini, sejak H-8 hingga kemarin, baru 4.028 penumpang. “Ada penurunan hingga 50 persen,” tambah Suryanta. (*/ns/ica)

Ruas Batu Engau Perlu Diperbaiki

PROKAL.CO, Sejumlah ruas jalan di Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, khususnya yang berada di perbatasan Kaltim–Kalsel mengalami kerusakan parah. Yang harus ditangani segera adalah akses yang berstatus jalan provinsi, dari Desa Kerang hingga Kecamatan Tanjung Harapan.
Sederet usaha telah dilakukan warga agar pemerintah memberikan perhatian. Mulai melakukan pemortalan jalan dan memasang berbagai macam tulisan bermakna kritikan terhadap minimnya perhatian. Bahkan, ada niat mendatangkan reporter televisi nasional untuk meliput kondisi tersebut.
Bukan tidak pernah disentuh perbaikan, anggaran puluhan miliar telah digelontorkan. Namun, menurut warga, perbaikan belum maksimal. Sementara yang memanfaatkan adalah warga di delapan desa. Yaitu Desa Tampakan, Pengguren, Riwang, Segendang, Keladen, Random, Senipah, dan Tanjung Aru.
Ketua Komisi I DPRD Paser Abdullah mengaku telah melakukan berbagai upaya agar jalan itu diperbaiki. Poros Kerang-Tanjung Harapan pun dalam waktu dekat akan dibenahi “Insyaallah akan diperbaiki bertahap, karena keterbatasan anggaran. Akan dikerjakan dengan pola tahun jamak,” ujar Abdullah. (*/ns/ica/k9)

Jembatan Titian Perlu Bak Sampah

PROKAL.CO, TANA PASER  -  Jembatan Titian Ulin di Tepian Sungai Kandilo Bahari ramai dikunjungi warga saat sore hari. Pasalnya, tempat itu dijadikan sarana rekreasi dan alternatif tempat hunting foto. Ditambah jembatan tersebut tak jauh dari Jembatan Sungai Kandilo serta wahana permainan kawasan Tepian Sungai Kandilo. Namun sayangnya, jembatan belum dilengkapi bak sampah. Tidak adanya tempat sampah membuat para pengunjung membuang sampah sembarangan. Bahkan, banyak yang membuang ke sungai.
“Kalau sudah sore hari, pasti sampah berceceran di jembatan ini. Soalnya tempat pembuangan sampah tidak ada, jadi para pengunjung buang sampah begitu saja atau buang ke sungai,” kata Wawan, pedagang di ujung Jembatan Sungai Kandilo.
 Wawan menuturkan, setiap akhir pekan pengunjung biasanya sangat ramai di Jembatan Titian, mulai pukul 16.00 Wita. Pengunjung didominasi anak-anak muda. Kadang mereka sampai tengah malam baru pulang.
Ridwan, salah seorang pengunjung menambahkan, tidak adanya bak sampah membuat pengunjung membuang sampah ke sungai.  “Kalau di Siring Kandilo ada tempat sampah, di sini belum ada,” ujar Ridwan.
Dia juga menuturkan, para pengunjung yang datang biasanya membawa belanjaan makanan, kemudian nongkrong dan meninggalkan bungkus makanan dan minuman. Diharapkan pemerintah menyediakan tempat sampah di sepanjang jembatan, sehingga pengunjung tidak membuang sampah sembarangan. (apy/cal/k1)

Dapat DBH Pajak Retribusi Daerah

PROKAL.CO ,  TANA PASER -  Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Paser Katsul Wijaya mengatakan, untuk kali pertama pemkab...